Penjajah PRIBUMI

Bicara tentang fenomena politik di negara kita ini memang tidak akan ada habisnya. Mulai dari yang menggelikan, menjengkelkan, memuakkan, dll semuanya berkumpul di sini. Menjadi sebuah ironi yang memprihatinkan jika kita mengamati lebih jauh tentang kehidupan dan arus politik di tanah air.

Banyak yang bilang dan telah menggagas bahwa politik adalah suatu hal yang dapat mengarahkan suatu kumpulan komunitas ke arah yang lebih baik dan terkonsep secara benar. Tapi mengapa dalam tataran yang lebih besar, sebesar Indonesia pernyataan semacam itu tidak berfungsi secara benar. Justru malah sebaliknya politik sudah mulai menjadi jurang mematikan bagi kehancuran negara ini. Betapa tidak, dunia politik kini dalam perspektif dan penilaian publik hanya menjadi media untuk berebut kekuasaan, beradu siasat untuk mewujudkan kepentingan personal masing-masing maupun golongan.

Lalu nilai-nilai positif apa yang bisa di ambil jika kehidupan politik negara ini jika hanya memunculkan hal-hal ataupun wacana-wacana semacam itu. Apa yang bisa didapat rakyat dari ribuan kepentingan golongan atas yang saling bertempur meraih impiannya itu. Bisakah jutaan rakyat Indonesia bangkit dari keterpurukannya ketika sang orator politik mencapai kepuasaannya berhasil menduduki jabatan tertinggi negara ini? Apakah keunggulan dari kepemimpinannya dapat mengangkat jutaan rakyat Indonesia dari ketertindasan?

Belum tentu semua itu dapat merealisasikan sesuatu yang membanggakan bagi negara ini. Kalaupun nantinya ada lakon baru politik yang berhasil mengangkat Indonesia dalam segala hal secara signifikan. Belum tentu pula dia dapat survive menghadapi arus politik dalam bangsa ini. Akan banyak sekali pengaruh-pengaruh politik yang saling bersinergi untuk menyusun kekuatan baru demi menjatuhkan si lakon baru kepemerintahan Indonesia tersebut, bahkan secara tidak langsung juga akan banyak sekali unsur-unsur politik dari rivalnya yang saling menunggangi kesuksesannya untuk membentuk citra politik yang baru pada dirinya demi mendapat simpati dari masyarakat.

Ambil saja contoh konkrit dari apa yang terjadi di Jember. Jember kini sangat minim berinovasi dalam segala hal, kalaupun ada itupun tidak terlalu signifikan dalam merubah citra positif Jember ke depannya. Munculnya dualisme dalam persepakbolaan Jember antara aliran biru dan kuning, dimana hal ini terjadi karena politisasi Sepakbola dan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Berkaca dari hal ini bukan tidak mungkin celah-celah konflik dapat semakin panas terjadi.

Pembangunan Bandara Noto Hadi Negoro yang menjadi ekspektasi tinggi warga Jember untuk memajukan Jember dari berbagai sektor kini terbengkalai dan tidak tahu akan dikemanakan lapangan terbang ini nantinya serta Kasus-kasus yang menimpa bupati maupun wabup Jember menjadi bukti sahih bahwa politik itu bisa saja menjadi penghambat kemajuan suatu negara jika di aplikasikan secara tidak baik dan tidak benar.

Jika kejadian-kejadian seperti ini sudah terjadi, lalu apa yang bisa diperbuat oleh rakyat selaku pemegang kuasa dari segala kuasa tertinggi di negeri ini. Kembali lagi rakyat yang dibodohi, rakyat yang menjadi tumbal dari segala aktivitas para penguasa politik. Mungkin jika dijadikan sebuah puisi bertema nasionalis akan tercipta sebuah bait yang berbunyi

”Indonesia oh Indonesia …..

Politikmu Oh politikmu ….

Bagai menciptakan penjajah pribumi

Untuk menghancurkan ibu pertiwi”

Inilah sekilas realita yang ada di negara pancasilais ini. Masih banyak lagi tentunya realita yang lebih memprihatinkan daripada contoh-contoh di atas. Saya sebagai warga sipil biasa yang juga mencintai kebesaran NKRI hanya berharap seluruh elemen bangsa ini mampu bergerak membentuk atau menghasilkan suatu realita positif dari politik yang membangun secara berkesinambungan, tidak berpihak pada kepentingan personal dan golongan tertentu.

Jika kita sebagai unsur NKRI saja, Indonesia berhasil meraih Nobel penghargaan dari Dunia, dan berhasil Unjuk power dalam bidang akademik maupun non-akademik di Dunia. Kenapa kita memposisikan politik poistif dalam negeri tidak bisa …???

Inilah yang mari kita wujudkan bersama agar Indonesia sebagai Simbol dan lambang kebesaran kenegaraan kita mempunyai citra positif di mata warganya sendiri. (NMP)

Advertisements